Di sini saya akan menceritakan pengalaman teman saya ketika menggunakan jasa Airlines, sebut saja BA. Saya tidak menceritakan pengalaman saya sendiri karena saya tidak pernah mengalami hal yang benar-benar sangat buruk dalam menggunakan suatu produk jasa (atau mungkin saya lupa?).
Kejadiannya terjadi di hari Kamis, 21 April 2011, di saat teman saya Edo berencana untuk pulang dari Solo menuju Jakarta dengan menggunakan BA untuk jadwal penerbangan pukul 13.15. Teman saya ini mengejar pesawat untuk pergi ke Singapura yang akan berangkat jam 18.50 dari Jakarta.
Namun ternyata ketika teman saya ingin check in, dia mendapat informasi jika penerbangan ditunda selama 90 menit. Teman saya masih menerima hal itu dan berharap delay keberangkatan tidak melebihi waktu yang sudah diinformasikan. Teman saya masih berharap untuk tetap bisa berangkat ke Jakarta dengan BA dan tiba sebelum pukul 18.00.
Setelah lama menunggu ternyata pesawat yang dinanti tidak kunjung dating dan tidak ada informasi ataupun pengumuman apapun di announcement board. Di sana bahkan tidak tertulis informasi delay, hanya tertuliskan check in. Akhirnya pukul 15.30 teman saya mendatangi kantor BA untuk menanyakan hal ini kepada staf BA. Di sana staf BA mengatakan bahwa pesawat yang harusnya dipakai untuk penerbangan ke Jakarta ternyata dipakai untuk penerbangan ke Malang. Dan untuk pesawat ke Jakarta ini diganti oleh pesawat yang akan dating dari Tanjung Pandan yang ternyata juga telat berangkat dari sana karena alasan cuaca buruk. Akhirnya teman saya dijanjikan pesawat akan tiba di Solo pukul 17.10 dan tentu saja teman saya ini akan ketinggalan pesawat untuk terbang ke singapura.Walaupun sangat kesal teman saya masih bisa menerima. Sayangnya ternyata pesawat tidak bisa sampai di Solo karena cuaca buruk dan bandara harus ditutup. Pesawat yang seharusnya sampai di Solo pukul 17.10 ini harus memutar ke Surabaya dahulu. Dan banyak penumpang yang marah-marah karena penerbangan sudah ditunda selama 4 jam.
Singkat cerita, karena tak ada kepastian mengenai pesawat untuk menuju Jakarta, akhirnya teman saya memutuskan untuk memesan tiket penerbangan lain dari GIA yang akan berangkat pukul 18.30. Di sini teman saya sudah mengalami kerugian karena tidak akan bisa mengejar pesawatnya ke singapura sehingga dia harus membeli lagi tiket pesawat ke Singapura.
Kesalahan di sini adalah tidak adanya manajemen yang baik dari pihak BA sehingga menyebabkan jadwal penerbangan yang telah disusun menjadi berantakan (hal ini di luar force major). Selain itu janji dari staf BA ketika teman saya complain juga tidak dapat ditepati. Padahal seharusnya ketika konsumen complain dan provider menjanjikan sesuatu untuk mengatasi masalah itu, janji itu harus dipenuhi. Karena jika tidak, kekecewaan konsumen tentu akan bertambah. Akibat dari hal tersebut adalah teman saya memutuskan untuk tidak akan pernah lagi menggunakan jasa BA. Dan teman saya memutuskan untuk menuliskan hal ini di surat pembaca baik di media cetak ataupun elektronik. Hal ini tentu saja akan mencoreng nama BA dan membuat BA kehilangan konsumen.
No comments:
Post a Comment